Pentingnya Kontraktor Pengolahan Air Limbah

Pencemaran lingkungan merupakan salah satu akibat dari aktivitas manusia baik di lingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan tempat bekerja (industry). Salah satu sumber pencemaran lingkungan yang sering didapati adalah limbah cair (air limbah).

Air Limbah adalah air tidak bersih yang mengandung zat-zat berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Air limbah biasanya dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, industri, dan perusahaan yang tidak diolah dengan baik sebelum dibuang kesaluran air seperti sungai, dan lain sebagainya.

Sebagian besar dari limbah cair industri mengandung senyawa berbahaya seperti nitrat, fosfor dan asam. Hal ini sangat membahayakan makhluk hidup dan lingkungan sekitar apabila limbah tersebut belum dikelola dan kemudian dibuang ke lingkungan begitu saja

Seiring dengan padatnya jumlah penduduk, risiko pencemaran karena aktivitas sanitasi dan pembuangan limbah membuat proses pencemaran bisa terjadi dimana dan kapan saja. Karena letak rumah penduduk yang semakin berdekatan.

Dampak pencemaran lingkungan akibat limbah tentunya sangat merugikan lingkungan sekitar. Dengan semakin banyaknya manusia di suatu wilayah, membuat aktivitas pembuangan limbah semakin besar (jumlahnya).

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Secara kimiawi, limbah terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, air limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.

Jenis-jenis Instalasi Pengolahan Air Limbah

Secara skala IPAL dibagi menjadi dua kelompok, untuk dipakai di dalam skala rumah tangga dan untuk digunakan secara bersama-sama sebagai fasilitas umum atau yang biasa disebut Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal.

Dalam skala kecil pengolahan air limbah dapat dilakukan dengan media berukuran sangat kecil. Biasanya media pengolahan air limbah rumah tangga hanya digunakan untuk +- 6 orang dan letaknya berada di bawah, atau sekitar rumah (Didalam tanah).

Sementara IPAL komunal biasa dibangun dalam jumlah besar. Fungsinya menampung limbah biologis untuk lebih banyak orang dengan jumlah lebih besar.

Sistem Pengolahan untuk Air Limbah

Setelah mengenal jenis IPAL, anda juga bisa mengenali system pengolahan IPAL apa saja yang bisa anda bangun/gunakan untuk solusi pengolahan limbah cair akibat aktivitas sehari-hari, baik dilingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan pekerjaan (industry).

1. Sistem Lumpur Aktif

Sistem ini terbagi menjadi 2 unit proses, yaitu bioreaktor dan tangki sedimentasi. Pada sistem ini limbah cair dan biomasa akan dicampur dalam satu reaktor dan diaerasi.

Kelebihannya adalah sistem ini dapat diterapkan untuk semua jenis limbah cair industri. Kekurangannya adalah biayanya yang cukup mahal karena peralatan yang digunakan cukup banyak.

2. Sistem Trickling Filter

Sistem ini berpusat pada tumpukan media padat dengan kedalaman kurang lebih 2 meter dan pada umumnya berbentuk silinder.

Kelebihannya adalah sangat baik untuk oksidasi karbon, penggunaannya praktis. Kekurangannya adalah adanya kemungkinan terjadi penyumbatan pada media filter oleh partikel yang berukuran besar seperti kayu, daun dan ranting yang terbawa oleh limbah cair.

3. Sistem RBC

RBC (Rotating Biolocal Contactor) merupakan sistem pengolan limbah cair yang terdiri atas deretan cakram yang dipasang secara horizontal dengan jarak masing-masing 4 cm.

4. Sistem SBR

SBR (Squencing Batch Reactor) adalah sistem lumpur aktif yang dioperasikan secara batch (curah). Sistem SBR ini hampur sama dengan sistem lumpur aktif akan tetapi sedikit berbeda.

Kelebihannya adalah dapat digunakan untuk mengeliminasi karbon, fosfor dan nitrogen serta untuk memisahkan biomassa. Kekurangannya adalah hanya dapat digunakan sesuai dengan jumlah limbah cair dalam volume kecil dan tidak berlangsung secara discontinue.

5. Sistem Kolam

Sistem kolam bekerja dengan cara menyuplai oksigen dan melakukan pengadukan secara alami sehingga proses perombakan bahan organik menjadi berlangsung dalam waktu lama dan di area yang luas. Pada sistem ini, berbagai jenis mikroorganisme turut berperan aktif dalam proses perombakan.

Kelebihannya adalah metode pengolahan yang sederhana dan tidak memerlukan peralatan mekanis, penggunaannya mudah untuk dioperasikan dan tidak mengeluarkan biaya yang tinggi. Kekurangannya adalah sangat bergantung pada kondisi cuaca dan memerlukan lahan yang luas, kolam yang luas ini juga seringkali dijadikan tempat berkembangbiak nyamuk.

6. Sistem UASB

Sistem UASB (Up-flow Anaerobic Sludge Blanket) adalah sistem pengolahan yang berbasis reaktor anaerobik yang paling banyak diterapkan dalam pengolahan berbagai jenis limbah cair

Kelebihannya adalah konstruksinya yang sederhana dan tidak memerlukan bahan untuk pertumbuhan mikroorganisme. Kekurangannya adalah sangat sensitif terhadap perubahan beban hidrolik dan beban organik yang laju perombakannya relatif rendah dibandingkan dengan reaktor anaerobik lainnya.

7. Septik Tank

Sistem septik tank adalah pengolahan limbah cair yang sangat sederhana. Yang mana dalam suatu sistem septik tank ini proses perombakan limbah cair berlangsung dalam kondisi anaerobic.

Kelebihannya adalah efektif digunakan untuk pengolahan limbah cair industri pangan dengan kadar bahan organik yang tinggi, dapat diterapkan untuk debit limbah cair yang relatif kecil dan tidak continue, biayanya murah dan tidak memerlukan keahlian khusus untuk membuat konstruksinya. Kekurangannya adalah sangat berpotensi dalam pencemaran air tanah.

Kegunaan Sistem Pengolahan untuk Air Limbah

Biasanya fasilitas system IPAL ini digunakan untuk beragam kebutuhan seperti:

1. IPAL Pertanian dan Peternakan

Industri pertanian dan peternakan merupakan aktivitas yang menghasilkan limbah. Pada aktivitas peternakan, air bersih kerap mudah tercemar bahan pestisida. Sementara dari aktivitas peternakan, kotoran hewan kerap menjadi faktor pencemaran.

2. IPAL Perkotaan

Aktivitas manusia kerap menjadi sumber pencemaran air di lingkungan sekitar, beberapa jenis limbah yang dihasilkan diantaranya kotoran manusia, dan limbah rumah tangga dari aktivitas mandi, mencuci, dan sebagainya.

3. IPAL Industri

Aktivitas industri kerap meningkatkan risiko pencemaran lingkungan dari limbah yang dibuang tanpa penanganan yang tepat, pencemaran ini akan menurunkan kualitas air sekitar sehingga tidak layak untuk digunakan kembali.

Pentingnya IPAL dan Kesadaran Lingkungan Sehat

Air merupakan elemen penting dalam aktivitas mahkluk hidup, termasuk manusia. Keberadaan sumber air yang buruk berpengaruh pada kelangsungan hidup masyarakat, karena akan menimbulkan ancaman beragam jenis penyakit dampak dari pencemaran air.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, dibutuhkan sistem pengolahan air terpadu. Mengingat sebagian besar sumber air di dunia, termasuk di Indonesia sudah mengalami pencemaran akibat aktivitas manusia secara individual, kegiatan industri dan sebagainya.

IPAL merupakan aktivitas yang dilakukan melalui beberapa tahap proses pengolahan air. Diantaranya sistem pengolahan limbah, saluran perpipaan yang aman untuk menghantar limbah pada media pengolahan, dan sistem saluran air bersih setelah mengalami proses penjernihan.

Dampak Buruk Akibat Air Limbah

Tanpa sistem pengolahan yang baik dan memadai, ada beberapa dampak merugikan yang bisa dirasakan, seperti:

1. Dampak Kesehatan

Beberapa macam jenis penyakit akan jadi ancaman karena setiap hari bersinggungan dengan air yang tercemar bakteri, kuman, bahkan virus berbahaya.

Limbah biologi manusia pada dasarnya mengandung bakteri E-Coli, yang jika terpapar (terkonsumsi) akan meningkatkan risiko munculnya beragam penyakit. Seperti diare, masalah pencernaan, typhus, kolera dan penyakit lainnya.

2. Dampak bagi Lingkungan

Limbah kimia dari deterjen dan sabun mempengaruhi tingkat keasaman dan pH tanah. Artinya ancaman bagi kelangsungan hidup tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar baik yang ditanah maupun di dalam air.

3. Dampak Estetika

Limbah yang dibuang tanpa melalui sistem pengolahan yang baik akan membuat lingkungan kurang sedap dipandang. Selain itu, kondisi bau yang menyebar dimana-mana membuat tempat tinggal terasa kurang nyaman untuk ditinggali.

Manfaat Kontraktor Pengolahan Air Limbah

Instalasi pengolahan air limbah adalah struktur yang dirancang dalam membuang berbagai macam limbah air. Baik itu limbah kimiawi maupun biologis. Instalasi pengolahan air limbah penting bagi kehidupan sehari-hari. Karena berhubungan dengan kebutuhan air yang cenderung meningkat.

Baik untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti untuk makan dan minum ataupun untuk pembangunan ekonomi seperti pengairan pertanian, menjalankan industri dan lain sebagainya.

Dengan adanya kontraktor Instalasi Pengolahan Air Limbah akan memberikan berbagai macam manfaat yakni dapat memungkinkan sebuah teknologi yang mampu membuat air bisa dipakai kembali untuk kebutuhan dasar makhluk hidup maupun untuk industri.

Limbah yang dihasilkan oleh pabrik atau sektor industri tidak akan mencemari lingkungan sekitar. Seperti mencemari sungai yang berakibat mencemari air yang ada di lingkungan sekitar.

Untuk itulah penting bagi anda untuk membangun sebuah Sistem IPAL di lingkungan anda, baik di lingkungan tempat tinggal, maupun lingkungan pekerjaan agar lingkungan dan kehidupan anda sehat dan nyaman.